Friday, 14 July 2017

Bijak Mengkonsumsi Durian: Penyebab Keguguran Ibu Hamil. Mitos atau Fakta.



 Julukan Buah Durian "The King of Fruit"

Bijak Mengkonsumsi Durian – Buah durian merupakan satu-satunya buah yang tidak ada tandingannya. Buah berkulit duri dan berbau tajam ini sangat terkenal dan banyak penggemarnya. Bagi para pecinta durian, buah yang memiliki julukan “King of Fruit” ini seakan tidak ada penggantinya. Citra rasa dan aroma durian sangat pekat dan kuat. Selain itu, banyak orang ketagihan karena teksturnya yang lunak dan terasa manis. Durian juga banyak digunakan atau diolah menjadi jenis makanan lainnya seperti es krim rasa durian dan aneka cake/kue rasa durian, dan lain sebagainya.

Namun, bagi para penggemar durian, termasuk para ibu hamil pasti sering mendengar mitos yang beredar bahwa durian dapat menyebabkan keguguran sehingga sebagian besar ibu hamil menghindari mengkonsumsi durian dalam masa kehamilan dan itu merupakan suatu larangan.

Beberapa dari ibu hamil memang ada yang menghindari durian karena bau/aroma menyengatnya yang membuat mual. Hal itu disebabkan karena selama masa kehamilan, ibu hamil menjadi lebih peka dan sensitif terhadap beberapa hal, termasuk dalam hal indera penciuman dan bebauan. 

Nah, bagaimana dengan ibu hamil yang justru suka dengan buah durian dan tidak terasa mual saat mengkonsumsinya? Tentunya mereka ingin menikmatinya sesekali meskipun tidak banyak. Benarkah dapat mengakibatkan keguguran? 

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasan mengenai kandungan gizi dan kalori di dalam durian. Dari penjelasan tersebut kita dapat memahami benar atau tidaknya mitos buah durian penyebab keguguran.

1.        Kandungan Zat Gizi
Dibalik rasa buahnya yang lezat, ternyata durian juga mengandung banyak gizi penting di dalamnya. Sumber energi yang baik bagi tubuh terdapat dalam buah durian. Selain itu, durian memiliki kandungan gula sederhana seperti fruktosa dan sukrosa. Oleh karena itu, tekstur durian cenderung lembut dan mudah dicerna. 

Meskipun durian mengandung lemak yang relatif tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Namun, durian bebas dari lemak jenuh dan kolesterol. Lemak dalam durian merupakan asam lemak tidak jenuh tunggal yang tidak membahayakan kesehatan. Ketika mengkonsumsi daging durian, maka ia segera menghasilkan energi dan menjalankan proses revitalisasi tubuh secara langsung.

Durian kaya akan vitamin B, C, E dan mengandung asam amino. Selain itu, juga mengandung antioksidan, fitonutrien, dan terdapat zat serotonin yang berfungsi membuat suasana hati seseorang menjadi lebih tenang dan nyaman. 

Kandungan serat di dalam durian cukup tinggi sehingga bagus untuk pencernaan. Sementara kandungan vitamin C-nya memproduksi imun tubuh untuk melawan benih penyakit. Bahkan khasiatnya untuk mengubah mood Anda menjadi lebih baik, mengatasi depresi, kecemasan, dan susah tidur. Hal itu dikarenakan durian mengandung asam amino triptophan yang baik untuk memperbaiki mood Anda.

2.        Tinggi Kalori dan Bergas
Meskipun kandungan lemak dalam buah durian tidak berbahaya, namun kandungan kalori dan karbohidratnya cukup tinggi. Sekitar 134 kalori dimiliki setiap 100 gram durian. Jadi, satu durian beserta dagingnya seberat 500 gram memiliki kandungan ±670 kalori. Mari kita bayangkan jika seseorang mengkonsumsi 3-4 buah durian, maka yang terjadi adalah tubuh menerima kelebihan kalori dari kebutuhan rata-rata sehingga tubuh akan memperoleh ledakan energi instan sebesar 2000-2600 kalori.

Aktivitas pembakaran dalam tubuh menjadi meningkat sehingga menimbulkan rasa panas dalam tubuh. Bagi penderita diabetes dan obesitas/kegemukan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi durian karena kandungan gula dan kalori yang tinggi.

Daging durian yang sudah matang juga mengandung alkohol dan gas. Akibatnya dapat menyebabkan perut kembung. Bagi penderita gangguan lambung tidak disarankan untuk mengkonsumsi durian. Setelah mengkonsumsi durian, perut akan terasa penuh “sebah” dan kembung.

3.        Penjelasan Benar/Tidaknya Mitos Durian Penyebab Keguguran.
Ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi durian dikarenakan dapat menyebabkan keguguran. Benarkah demikian? 

Sebenarnya buah durian tidak memiliki akibat langsung terhadap kehamilan. Namun, karena durian mengandung alkohol dan asam arakhidonat yang bila dikonsumsi pada jumlah tertentu akan menimbulkan efek pada kehamilan.

Asam arakhidonat merupakan senyawa utama pembentukan prostaglandin. Prostaglandin merupakan senyawa yang merangsang kontraksi rahim yang berakibat pada keguguran pada awal kehamilan atau kelahiran prematur pada usia kehamilan memasuki trimester terakhir. (Berdasarkan Ahli Gizi dan Kuliner).

Selain itu, tumbuh kembang janin juga akan terganggu akibat kandungan alkohol pada durian. Efeknya janin akan lahir secara prematur dengan berat badan yang rendah.

Namun, tidak perlu dikhawatirkan jika ibu hamil mengkonsumsi produk olahan durian. Kandungan alkohol dan arakhidonat sudah berkurang bersamaan dengan proses pengolahan durian, sehingga resiko terhadap kehamilan juga kecil. Hal yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan durian tersebut, misalnya pada es durian sebaiknya waspadai pemanis yang digunakan.

Jadi, kesimpulannya mengkonsumsi buah durian pada masa kehamilan tidak perlu ditakuti asalkan ibu haamil mengkonsumsi durian secara bijak dan secukupnya, tidak berlebihan, karena tidak akan berdampak pada kehamilan. Kedua zat tersebut tidak akan berpengaruh besar. Demikian juga pada produk olahan durian.

Nah, demikian penjelasan mengenai fakta buah durian penyebab keguguran. Memang durian dapat menyebabkan keguguran, namun jika Anda memakannya secara bijak dan tidak berlebihan, maka Anda tidak perlu khawatirtentang resiko keguguran pada janin. Semoga artikel ini bermanfaat.

No comments:

Post a Comment